Sunday, November 13, 2011

Budaya Antre



BUDAYA ANTRE
 Oleh : Yulianti


Antri.. Mendengar kata ini pasti semua sudah pada mengetahui apa yang di maksud dengan antri. Tapi apakah budaya ini sudah diterapkan pada diri kita? Jaman sekarang banyak orang yang sudah tidak peduli lagi akan budaya antri. Banyak orang yang malas berdiri menunggu giliran. 

Banyak spanduk-spanduk "Budayakan Antre" bersebaran dimana-mana. Namun tidak semua orang peduli akan kata tersebut. Pernah saya jumpai ketika saya mau naik kereta api, ketika kereta tiba bahkan pintu kereta belum terbuka banyak penumpang yang buru-buru hendak naik karena takut tidak kebagian tempat duduk. Sehingga banyak penumpang yang mau turun dari kereta jadi terhalang oleh penumpang yang buru-buru hendak naik ke kereta. Seharusnya kata-kata "Budaya Antre" yang banyak terpampang di spanduk tersebut kita realisasikan. Dengan cara mengantri dan menunggu penumpang yang turun terlebih dahulu. 

Contoh cerita lain, pada Idul Qurban tentu saja banyak warga miskin yang mengantri berebutan untuk mendapatkan daging Qurban. Dalam hal ini tentu saja budaya antri telah dilupakan. Sehingga kejadian ini memicu permasalahan baru.

Banyak orang yang saling dorong-mendorong takut tidak kebagian jatah, bahkan tidak peduli apabila ada nenek-nenek atau ibu yang membawa anak terjepit diantara kerumunan. Dalam hal ini seharusnya panitia penyelenggara lebih mempersiapkan hal-hal "kecil" seperti ini. Terkadang panitia sudah berusaha untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini, tetapi apabila yang mengantre tidak mau ikut tertib, ya sama saja.
 
Kejadian seperti ini sudah menjadi hal yang biasa di negara kita ini. Untuk menanggulangnya juga sepertinya sudah sulit untuk dilakukan. Karena negara kita akan tertib apabila warga negaranya juga tertib.

Jadi apakah kamu akan merealisasikan "Budaya Antre"?




No comments:

Post a Comment