Wednesday, December 14, 2011

Kebebasan Berpendapat


Semenjak Reformasi bergulir kita belum melihat hasil yang signifikan, yang menonjol baru kebebasan mengeluarkan pendapat sebagaimana yang dikemukakan pakar – pakar, LSSM, media masa, dan demo yang menjadi konsumsi kita sehari – hari yang dapat membingungkan masyarakat awam. Bagaimana pendapat anda kebebasan berbicara yang terjadi akhir – akhir ini dari sudut pandang etika. Dan bagaimana semestinya?

Dalam kehidupan negara Indonesia, seseorang yang mengemukakan pendapatnya atau mengeluarkan pikirannya dijamin secara konstitusional. Hal itu dinyatakan dalam UUD 1945, Pasal 28, bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Lebih lanjut pengertian kemerdekaan mengemukakan pendapat dinyatakan dalam Pasal1 (1) UU No. 9 Tahun 1998, bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga Negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Undang-undang yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat antara lain diatur dengan Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Adapun cara-cara mengemukakan pendapat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Lisan, contohnya pidato, ceramah, berdialog, berdiskusi, rapat umum.
2. Tulisan, contohnya poster, spanduk, artikel, surat.
3. Cara lain, contohnya foto, fi lm, demonstrasi (unjuk rasa), mogok makan.

Ada beberapa asas yang harus ditaati  dalam kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum (Pasal 3 UU No. 9 Tahun 1998), yaitu:
1. asas keseimbangan antara hak dan kewajiban,
2. asas musyawarah dan mufakat,
3. asas kepastian hukum dan keadilan,
4. asas proporsionalitas, dan
5. asas manfaat.
Kewajiban dan tanggung jawab warga negara dalam melaksanakan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab di muka umum
(Pasal 6 UU No. 9 Tahun 1998) terdiri atas:
1. menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain,
2. menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum,
3. menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang - undangan yang berlaku,
4. menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum, dan
5. menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.
Pada sisi lain aparatur pemerintah memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam melaksanakan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab di muka umum (Pasal 7 UU No. 9 Tahun 1998), yaitu:
1. melindungi hak asasi manusia,
2. menghargai asas legalitas,
3. menghargai prinsip praduga tidak bersalah, dan
4. menyelenggarakan pengamanan.
Namun kenyataan yang terjadi saat ini adalah kebebasan berbicara menjadi terlalu bebas. Semua orang mengeluarkan pendapatnya dengan sesuka hati, tanpa memahami kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh orang yang mengemukakan pendapat. Salah satu contohnya saat melakukan demonstrasi. Saat melakukan demonstrasi, banyak diantaranya yang melakukan demonstrasi dengan tidak bertanggung jawab, seperti mengganggu kenyamanan orang lain, berbuat kerusuhan, hingga merusak fasilitas umum. Demonstrasi seharusnya dilakukan dengan tertib, damai, bertanggung jawab, tidak mengganggu kegiatan orang lain, tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama demonstrasi dan juga dilakukan secara sopan.
Dalam menyampaikan pendapat, kita juga harus memikirkan norma dan aturan yang ada. Kita harus tetap mengedepankan sopan santun dan etika saat berbicara atau memilih kata. Jangan sampai kata – kata yang diucapkan sampai menyinggung orang lain yang berhubungan dengan pendapat yang kita kemukakan. Jika kita sampai melakukan hal tersebut maka masalah baru akan timbul dan menyebabkan ketidaknyamanan diantara kedua pihak.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah walau dengan adanya kebebasan berbicara, hal yang disampaikan harus sesuai dengan fakta. Jangan menyebarkan berita -  berita yang tidak benar atau yang faktanya belum bisa dibuktikan. Hal tersebut bisa menimbulkan kebingungan untuk orang lain.
Oleh karena itu, dalam kebebasan berbicara atau mengeluarkan pendapat, kita harus memikirkan segala yang akan kita kemukakan. Segalanya harus dilakukan dengan bertanggung jawab. Pendapat kita dimaksudkan untuk memberikan saran pada suatu masalah. Jangan sampai pendapat kita menjadi masalah baru.

No comments:

Post a Comment