Monday, April 27, 2015

Cybercrime

Internet adalah sebuah jaringan komputer elektronik yang menghubungkan manusia dengan informasi di seluruh dunia. Internet mengubah cara berkomunikasi menjadi lebih mudah, selain itu internet dapat digunakan sebagai sarana transaksi pembelian barang dan jasa, juga untuk hiburan.
Internet kemudian memunculkan berbagai peluang terhadap berkembangnya tindak kejahatan baru yang memanfaatkan dunia maya sebagai fasilitasnya. Dalam beberapa literatur, cybercrime sering diidentikkan sebagai computer crime. The U.S. Department of justice memberikan pengertian computer crime sebagai : “…. any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution.” Yang berarti “…setiap tindakan ilegal yang membutuhkan pengetahuan teknologi komputer untuk perbuatan, investigasi, atau penuntutannya”. Pengertian lainnya diberikan oleh Organization of European Community Development, yaitu : “any illegal, unethical or unauthorized behaviour relating to the automatic processing and/or the transmission of data”. Yang berarti “setiap perilaku ilegal, tidak etis atau tidak sah berkaitan dengan pengolahan otomatis dan / atau transmisi data”. Menurut andi Hamzah dalam bukunya “Aspek – aspek pidana di bidang komputer” (1989) mengartikan “kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal”.
Dari beberapa pengertian diatas, computer crime dirumuskan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objel baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Secara ringkas computer crime didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan teknologi yang canggih (Wisnubroto, 1999).

Contoh Kasus cyber terrorist di manca negara antara lain :
1.      Di Amerika Serikat, pada bulan Februari 1998 terjadi serangan (breaks-in or attack) sebanyak 60 kali perminggunya melalui media internet terhadap 11 jaringan komputer militer di pentagon. Dalam cyber attack ini yang menjadi target utama para cyber terrorist adalah Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
2.      Di Srilanka, pada bulan Agustus 1997, sebuah organisasi yang bernama Internet Black Tigers yang berafiliasi kepada gerakan pemberontak Macan Tamil (the Liberation Tigers of Tamil Eelam) menyatakan bertanggung jawab atas kejahatan email (email bombing, email harrasment, email spoofing, etc) yang menimpa beberapa kedutaan kedutaan serta kantor perwakilan pemerintah srilanka di manca negara. Tujuan akhirnya adalah kampanye utnuk melepaskan diri dari srilanka dalam memperjuangkan kemerdekaan Tamil.
3.      Di Cina, pada bulan Juli 1998, sebuah perkumpulan cyber terrorist atau crackers terkenal berhasil menerobos masuk ke pusat komputer sistem kendali satelit Cina dan berhasilkan mengacaukan “selama beberapa waktu” sistem kendali satelit Cina yang sedang mengorbit di ruang angkasa. Tujuan dari aksi ini adalah untuk melakukan protes terhadap gencarnya investasi negara barat di Cina.
4.      Di Swedia, pada bulan september 1998, pada saat pemilihan umum, sejumlah cyber terrorist berhasil melakukan kegiatan sabotase yaitu mengubah tampilan website dari partai politik berhaluan kanan dan kiri. Dimana website links partai politik tersebut dirubah tujuannya ke alamat situs-situ pornografi sehingga sangat merugikan partai karena kampanye partai secara elektronik melalui internet menjadi terhambat.
5.      Di Indonesia sendiri, sekitar bulan Agustus 1997, cyber terrorist atau hackers dari Portugal pernah merubah tampilan situs resmi dari MABES ABRI (TNI), walaupun dengan segera dapat diantisipasi. Kemudian pada bulan April 2004 situs resmi milik KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga berhasil di hack dengan teknik defacing, namun dengan segera pelakunya yaitu seorang konsultan teknologi informasi suatu perusahaan di Jakarta dapat segera diamankan oleh pihak kepolisian  


Sumber Buku :

Wulandari, Hesti. Terorisme dan Kekerasan di Indonesia Sebuah Antologi Kritis, February 25, 2014.


No comments:

Post a Comment